Tahukah Kamu ??????? ========>>> Sarapan Pagi ternyata sangat penting karena ternyata Metabolisme bekerja 20 % lebih cepat dan secara bertahap makin menurun hingga malam,,,!


Sebagai seorang militer Panglima Besar TNI Soedirman tidak pernah menangis. Ada yang mengatakan bahwa Jenderal Soedirman menangis ketika Presiden Soekarno memegang pundak Soedirman. Bukan menangis, tetapi terharu karena setelah serangan Belanda tersebut nasib bangsa semakin tidak menentu. Apakah negara yang baru didirikan itu akan bubar atau akan tetap langgeng. Disitulah keharuannya. Inilah komentar Soekotjo Tjokroatmodjo,mantan pengawal Presiden Soekarno yang sekarang adalah Wakil Ketua Umum II DPP LVRI. Sebelumnya Ketua Umum DPP LVRI Letjen (Purn) Rais Abin pernah pula mengomentarinya. "Sejarah jangan diputarbalikkan. Jenderal Soedirman bukanlah seorang melankolis. Dia seorang militer," ujar Rais Abin.

Pada waktu itu, Soekarno mengatakan: "Ingatlah, sekalipun para pemimpin tertangkap, orang yang di bawahnya harus menggantikannya, baik ia militer maupun sipil. Dan Indonesia tidak akan menyerah," kata Soekarno sambil memegang pundak Soedirman. Lelaki berusia 30 tahun yang bernafas dengan paru-paru sebelah itu, kembali ke pasukannya yang sudah bersiap.

Membangun kembali Indonesia sebagai Negara Maritim itulah hasil lengkap Orasi Sekjen DPP LVRI Wahyono,SK pada Dies Natalis dan Wisuda Sarjana Universitas Veteran RI Makassar, 24 Nopember 2010.

Hasil Kunjungan Presiden Veconac (Veteran Confederation of ASEAN Countries/Konfederasi para Veteran ASEAN)/Ketua Umum LVRI, Letjen TNI Purn Rais Abin dan rombongan ke Vientiane Republik Demokrasi Rakyat Laos 20-23 Februari 2011. Sebuah kunjungan bersejarah yang dilakukan LVRI, apalagi Laos sekarang sedang dilirik investor dari Indonesia.

Di samping itu ada pula kunjungan Gubernur DKI Fauzi Bowo ke Mabes LVRI dan diterima Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI (Pur) Rais Abin, Selasa 22 Maret 2011, yang antara lain membahas masalah traffik di depan Gedung LVRI.

Mengulas buku Jenderal Soedirman yang diulas Dasman Djamaluddin, Redaktur Pelaksana Majalah Veteran, kegiatan Sahabat Veteran di Bogor dan Obituari Achmad Tirtosudiro, Mengenang Seorang Prajurit Pengabdi. Di samping masih banyak yang lain.

Sumber : http://wikimu.com

Oleh : Berthold Sinaulan

Di samping Baden-Powell House yang terletak di tengah kota London dan Pulau Brownsea di wilayah Poole, Gilwell Park juga merupakan tempat yang tak boleh dilewatkan para pandu bila berkunjung ke Inggris. Di situlah tempatnya pusat kepanduan Kerajaan Inggris.

Bukan hanya itu. Di situ juga kita bisa melihat beragam benda peninggalan Bapak Pandu Sedunia, Lord Baden-Powell, dan berbagai memorabilia kepanduan lainnya. Mulai dari baju seragam yang pernah dikenakan Baden-Powell, mobil antik Rolls-Royce yang dihadiahkan para pandu Inggris kepada Baden-Powell, lukisan, patung, dan berbagai benda unik lainnya.

Tempat tersebut juga penting bagi pengembangan Gerakan Kepanduan Sedunia, karena di situlah diadakan pelatihan dan kursus (training and course) bagi para pembina pramuka, agar dapat lebih mampu mengembangkan latihan dan kegiatan yang menarik bagi para peserta didiknya. Para pembina pandu yang telah lulus kursus di sini biasanya bisa ditandai dengan setangan leher khusus berwarna cokelat muda kemerahan dengan tempelan kain sebesar ukuran kartu nama berwarna hijau bergaris-garis, yang diikat dengan pengikat setangan leher dari rotan hitam, serta berkalung manik kayu.

Manik kayu yang jumlahnya dua untuk mereka yang baru lulus kursus pembina pramuka (pandu) mahir lengkap, begitu istilahnya di Indonesia. Kemudian mereka yang mengenakan kalung dengan manik kayu berjumlah tiga untuk yang bila di Indonesia istilahnya telah lulus kursus pelatih pembina pramuka tingkat dasar. Sedangkan kalung dengan manik kayu berjumlah empat untuk mereka yang bila Indonesia telah lulus kursus pelatih pembina pramuka mahir tingkat lanjutan.

Belakangan, dengan mengikuti standar dari Gilwell Park, pelatihan dan kursus bagi pembina pandu di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, walaupun di lingkungan Gerakan Pramuka saat ini tanda bagi mereka yang telah lulus pembina pramuka mahir lengkap adalah pita mahir dan bukan kalung dengan manik kayu.

Kisah mengenai manik kayu dan sejarahnya ini juga dapat dilihat di Museum Gilwell Park, yang terdapat di dekat toko penjualan berbagai memorabilia dan benda-benda kepanduan dari tempat itu. Di situ ada kalung dengan rangkaian manik kayu yang diperoleh Baden-Powell dari salah seorang kepala suku di Afrika. Baden-Powell mendapatkan kalung itu sebagai tanda penghormatan kepada dirinya. Belakangan, Baden-Powell memanfaatkan manik-manik kayu dari kalung itu untuk juga memberikan penghormatan kepada rekan-rekannya yang dianggap telah membantu kegiatan gerakan kepanduan di masa-masa awal, maupun rekannya yang dianggap telah memenuhi syarat sebagai seorang pembina pandu berkualitas.

Sewaktu penulis berkunjung ke Gilwell Park, tempat itu menjadi salah satu arena kegiatan bagi para peserta Jambore Kepanduan Sedunia ke-21 yang diadakan dari 28 Juli sampai 7 Agustus 2007. Lokasi utama jambore itu memang di Hylands Park, Chelmsford, Essex, Inggris. Namun, beberapa kegiatan diadakan Gilwell Park, yang jaraknya sekitar satu jam berkendaraan.

Penulis sempat melihat para peserta jambore yang terdiri dari para remaja 14-17 tahun sedang mengikuti kegiatan semacam halang rintang, memanjat tebing, membuat roket mini, dan meluncur dengan menggunakan semacam papan kayu dari atas bukit ke bawah. Sungguh menyenangkan. Semuanya bergembira.

Di luar itu, ada hal lain yang menarik. Ketika penulis memasuki toko di sebelah Museum Gilwell Park, di bagian atasnya dipajang ratusan setangan leher dari berbagai organisasi kepanduan dari berbagai negara. Saat itu, seorang pembina pandu dari Bangladesh, menyerahkan setangan leher dari organisasi kepanduannya.

Penulis sendiri mengamati dengan teliti selama sekitar 20 menit, namun tak terlihat ada setangan leher dari Gerakan Pramuka. Maka secara spontan, penulis kemudian menyerahkan setangan leher yang penulis pakai, untuk dipajang di tempat itu. Saat menyerahkan setangan leher itu, penulis diminta untuk menyerahkan kartu nama atau menulis di selembar kertas, nama orang yang memberikan dan dari mana asalnya. Penulis menyerahkan kartu nama yang kemudian ditempelkan di setangan leher itu, sebelum nantinya diserahkan kepada petugas yang akan menggantungkan setangan leher itu di bagian atas toko tersebut. Maka kini, Indonesia juga terwakili di deretan ratusan setangan leher pandu di Gilwell Park.

Sejarah Pramuka di Dunia – Pendiri gerakan pramuka di dunia adalah Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan. Baden Powell Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Berbagai pengalaman Baden Powell ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau. Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.

Pada Tahun 1910 Baden Powell pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Dan tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

Sejarah Kepramukaan Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.

Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.

Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.

Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.

Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

* Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
* Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
* Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria
* Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
* Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis
* Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria
* Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
* Tahun 1959 Jambore IX di Makiling, Philipina
* Tahun 1963 Jambore X di Marathon, Yunani
* Tahun 1967 Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat
* Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang
* Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia
* Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
* Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada
* Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia
* Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan
* Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
* Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan
* Tahun 2003 Jambore XX di Thailand

Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.

Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.

Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.

Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

Sumber : http://duniabaca.com

JAMBI - Meski sedang ditangani Inspektorat Provinsi Jambi menyelidiki dugaan penyimpangan dana keuangan Pramuka Provinsi Jambi senilai Rp 7,4 miliar. Dana ini belum lagi ditambah dana pendapatan hasil kebun sawit yang diperkirakan Rp 300 juta setiap bulan sejak April 2009. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sudah mengambil ancang-ancang mengambil dugaan penyimpangan tersebut.

Saat ini, penyidik kejati masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak inspektorat selesai. Ini dikatakan Andi Ashari, Kasi Penkum dan Humas Kejati Jambi pada Jambi Independent, kemarin (4/4). Menurut Andi, pihaknya akan menunggu proses pemeriksaan inspektorat terlebih dahulu. Apapun hasilnya, korps Adhyaksa bisa melakukan penelusuran indikasi kerugian negara dalam kas tersebut.

“Laporan hanya menguatkan saja, kita tinggal menunggu hasil inspektorat. Kita masih memberikan waktu pada inspektorat melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Apapun hasilnya, kejaksaan bisa melakukan penyelidikan,” tegasnya saat ditemui di Kejati Jambi Jalan A Yani, Telanaipura, Jambi.

Untuk diketahui, Pramuka di Provinsi Jambi adalah Pramuka Mandiri yang bisa menghidupi organisasinya sendiri. Ini karena organisasi kepanduan tersebut ternyata punya areal kebun sawit yang menghasilkan dana yang tidak sedikit. Letak kebun sawit ini berada di Dusun Mudo, Tungkal Ulu, Tanjab Barat. Luas kebunnya mencapai 400 hektare dengan pendapatan paling sedikit Rp 300 juta setiap bulannya.

Kabarnya, kas Pramuka Jambi saat ini bukannya mengalami penambahan, tapi justru berkurang. Maksudnya, pada saat serah terima ketua Pramuka dari Chalik Saleh kepada AM Firdaus, Pramuka Jambi memiliki dana kas mencapai Rp 7,4 miliar.

Jumlah ini belum termasuk pemasukan yang diperoleh dari kebun sawit tersebut setiap bulannya. Namun ternyata saat ini kasnya bukan bertambah dari Rp 7,4 miliar itu, tapi justru berkurang. Pengurangan ini informasinya diakibatkan oleh pengeluaran Pramuka yang tidak ada standarisasinya.

Sumber : jambi-independent.co.id


Jakarta - Pemerintah berencana merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang saat ini sudah tidak lagi populer. Revitalisasi itu supaya nantinya gerakan Pramuka kembali hidup dan diminati oleh kalangan pelajar atau masyarakat.

"Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai 'Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa' di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).

Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.

Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.

"Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini

Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.

Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.

"Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.

"Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi.

(irw/nwk)

source : http://www.detiknews.com

Mataram, 18/10 (ANTARA) - Kepengurusan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi NTB, periode 2009-2014, akan membentuk Satuan Karya (Saka) Informasi dan Teknologi, sebagai salah satu upaya menarik minat generasi muda ikut bergabung dalam organisasi tersebut. "Berkembang pesatnya teknologi informasi saat ini menjadi salah satu alasan rencana pembentukan Saka Informasi dan Teknologi tersebut," kata Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Rosyiadi Sayuti, di Mataram, Minggu. Ia mengatakan, anggota Praja Muda Karana (Pramuka) di NTB khususnya di tingkatan Penegak Pandega sudah saatnya mendapat pendidikan tentang informasi dan teknologi (IT) dalam setiap kegiatan maupun latihan di tingkat Gugus Depan (Gudep).

Dengan adanya Saka IT tersebut akan memberikan daya tarik bagi para pemuda di wilayah ini untuk bergabung menjadi anggota Pramuka, sehingga gerakan pramuka bisa kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. "Mengingat saat ini minat para pemuda termasuk pelajar untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka sudah mulai menurun, perlu ada upaya kreatif untuk menarik minat mereka," ujar Sayuti yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB ini.

Untuk tenaga Pembina Saka IT, kata dia, akan diambil dari lembaga kursus yang ada termasuk dari kalangan wartawan. Selain itu, pihaknya juga kedepan akan memberikan pelatihan melalui Kegiatan Dewan Kerja (DKD) seperti latihan dasar kepemimpinan (LDK). Melalui kegiatan LDK tersebut diharapkan dewan kerja yang ada di tingkat cabang maupun ranting bisa menjadi pembina di Gudep masing-masing.

Sayuti mengatakan, apabila Saka IT ini disepakati oleh jajaran gerakan Pramuka di NTB, maka akan menambah jumlah Saka yang ada dalam gerakan Pramuka. Jumlah Saka yang ada di dalam gerakan Pramuka saat ini sebanyak delapan Saka yang terdiri dari Saka Dirgantara, Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bhakti Husada, Saka Keluarga Berencana (Kencana), Saka Taruna Bumi, Saka Wanabhakti dan Saka Wira Kartika. "Para anggota pramuka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dari masing-masing Saka itu, tergantung mana yang lebih diminati," ujarnya.

Satuan Karya (Saka) dalam gerakan Pramuka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para anggota pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Saka diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. (*)


Sumber : www.antaramataram.com

Pada Kamis Minggu PertamaIni menjadi terobosan terbaru di Pemerintahan Kota (pemkot) Jambi. Dimana untuk menanamkan rasa memiliki akan praja muda karana (Pramuka) maka seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot diwajibkan memakai pakaian pramuka. Dan ini berlaku pada minggu pertama Juni mendatang. Itulah yang diutarakan oleh Wakil Walikota (Wawako) Jambi, Sum Indra saat pembukaan Rakercab Pramuka tahun 2009. "Menumbuhkan rasa memiliki di PNS Pemkot. Jadi setiap hari kamis, Minggu pertama awal bulan harus dikenakan. Setelah minggu selanjutnya tidak lagi, kembali pada kebiasaan awal. Yakni menggunakan kostum batik, itukan gerakan cinta Jambi juga. Itu kebudayaan penting dan jangan sampai dihilangkan, "kata Sum saat Rakercab, belum lama ini. Kebiasaan positif ini, terang Sum, dilakukan sebagai wujud apresiasi dari Pemkot terhadap gerakan Pramuka itu sendiri. Dimana Pramuka telah terbukti membawa efek positif bagi generasi muda saat ini. Di mana sebagai ekstra kulikuler, mampu mengajarkan kebersamaan, jiwa sportifitas serta saling menghargai terhadap anggota Pramuka dan lingkungan sekitarnya.
Selain itu, Pramuka juga salah satu kegiatan yang menjadi ajang bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi petualangan positif serta berjiwa tantangan tadi. Di mana dengan minimnya wadah penyaluran bakat bagi generasi muda, Pramuka bisa menjadi salah satu solusi positif selain organisasi sejenis lainnya. "Petualangan, mengenal alam sekitar dan bakat alami lainnya. Sangat tereksplorisasi di sini, oleh karena itu Pramuka harus di pertahankan. Jangan sampai kendor, dan jangan pula lari dari konsep. Meskipun di Pramuka ini merupakan campuran dari banyak unsur pekerjaan, tetapi tetap harus mandiri dan murni. Tidak terkontaminasi untuk kepentingan apapun," jelasnya. (oyi)

Sumber : Jambi Star

Tampilkan Dodol Daun Singkong


pramukaJAMBI - Pada even nasional Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) II 2009 bertempat di Sumedang, Jawa Barat, yang berakhir beberapa hari lalu, kontingen Prov Jambi berhasil mencatat 2 pretasi yang membanggakan yakni terbaik I seni budaya dan terbaik I pameran dan bazar.

Bahagia dan haru dirasakan 40 peserta yang berasal dari perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) yang memiliki Gugus Depan di wilayah Depag Kota Jambi dan Muarojambi. Prestasi itu dilaporkan langsung kepada Kakanwil Depag Prov Jambi, Drs H Abdul Kadir Husein, oleh pimpinan kontingen - Drs M Damiri, Dewan Kwarda Daerah - Fitria, dan Pembina Pendamping Kontingen - Hj Supratini dan Irma Sulistini, Kemarin (22/06).

Abdul Kadir Husein mengaku sangat bangga atas keberhasilan yang diraih. Artinya, Jambi memiliki potensi di segi budaya. Ini ditunjukkan Ponpes. Yang dikembangkan pada Ponpes adalah paham keagamaan bersifat normatif dan studi kecakapan hidup.

Dengan prestasi ini, Jambi telah buktikan kreativitas Ponpes. Kreativitas yang telah dibangun itu perlu ditularkan. Bentuknya adalah dengan membangun program dan membina Ponpes. “Saya sangat berminat mengembangkan potensi pesantren dalam segala aspek, diantaranya keagamaan dan Pramuka,” kata Abdul Kadir.

Pada kesempatan itu Damiri juga melaporkan kegiatan selama mengikuti PPSN pada 15-20 Juni 2009 di Bumi Perkemahan (Bumper) Letjen (Purn) DR (HC) H Mashudi Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat. Dikatakannya, semua peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik yakni 9 kegiatan per hari.

Diantaranya, kegiatan pengetahuan wawasan, kesakaan, keterampilan, dan outbound. Meskipun cuaca di lokasi sangat dingin, namun peserta tetap bersemangat. Selalu mengedepankan persaudaraan, walaupun dalam perlombaan. Menambah jumlah teman, apalagi peserta dari Jawa Timur saja lebih dari 1.000 orang.

Tiap Ponpes mengirim kontingnnya. Begitu juga Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jadi, saingan Jambi tak hanya perwakilan tiap provinsi. “Khusus stan pameran dan bazar, kita menampilkan hasil karya siswa Ponpes yakni mengolah limbah menjadi bahan berguna dan bentuk kerajinan lainnya,’’ jelas Damiri.

Ditampilkan juga dodol daun singkong, yang di hari pembukaan saja langsung habis karena unik sehingga banyak diminati. Disediakan juga sirup pepaya sekaligus minum gratis bagi para pengunjung. Ini menjadi nilai plus bagi kontingen Jambi.

Kemudian, ada limbah sisik ikan yang dimodifikasi menjadi kembang dan bros baju atau jilbab serta limbah kayu parah atau karet menjadi bunga. Ini membuat Dirjen Depag, Muhammad Ali, terkagum-kagum ketika datang berkunjung.

‘’Tidak hanya sekadar memamerkan, namun kita juga menyediakan buku panduan membuat kreasi dari limbah. Tentunya ini menjadi penilaian tersendiri bagi dewan juri,” tambah Supratini.

Disebutnya, stan kontingen Prov Jambi diisi Ponpes Al-Inayah Tebo. Soalnya, setelah disimak dari ponpes yang ada, Al-Inayah memiliki kreativitas. “Kita harus meningkatkan kegiatan dan mohon dukungan dari semua pihak,” harap Supratini.

(hln/adv)

Sumber : http://jambiekspres.co.id

Dialog dengan Anggota Gerakan Pramuka pada Penyuluhan Akbar Sadar Narkoba dan Ikrar Antinarkoba


TRANSKRIPSI
DIALOG IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DENGAN ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA SE-INDONESIA
PADA ACARA
PENYULUHAN AKBAR SADAR NARKOBA DAN IKRAR ANTI NARKOBA
TAMAN GAJAH WILADATIKA, CIBUBUR
CIBUBUR, 23 JUNI 2007<\center>


Ibu Negara Republik Indonesia
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syukur Alhamdulillah pada pagi hari ini, kita bersama-sama tadi sudah menyaksikan ikrar dari Pramuka kita yang disebutkan di situ Anti Narkoba dan ingin atau bertekad mewujudkan Indonesia Jaya yang benar-benar bebas Narkoba.

Kemudian pada pagi hari ini pula, kita bisa bertemu. Betul apa yang dikatakan oleh Kak Asrul ketika Kak Asrul minta kepada saya untuk kira-kira dapat bertemu dengan para Mabida, betul ya? Mabida dan Kwarda, maka saya setuju. Tentu kesempatan yang amat baik ini akan saya pergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Di tengah-tengah kita walaupun kita mendengarkan agak sedikit ramai karena suara band di luar mudah-mudahan suara saya cukup terdengar secara jelas.

Kakak-kakak sekalian,
Kehadiran saya, kehadiran dari Kak Ida, kehadiran juga dari Kakak-kakak, para Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Kak Ical di sini, saya kira semua ini menunjukkan komitmen kita sesungguhnya kepada Gerakan Pramuka. Saya merasa bahwa Gerakan Pramuka masih sangat relevan, terutama adalah yang tadi disebutkan oleh Kak Asrul bagi pendidikan. Pendidikan, baik itu secara moral, secara budi pekerti dan juga keterampilan-keterampilan lainnya.

Saya kira kita semua, dulu Kak Ical juga saya kira demikian merupakan anggota Kepanduan, ada yang anggota Pramuka. Saya masih ingat ketika dulu saya juga selalu mengikuti, tidak pernah absen dalam lomba tingkat, baik itu tingkat satu, tingkat dua dan seterusnya. Tali temali merupakan makanan kita pada waktu itu. Bagaimana seorang anak kalau dalam keadaan darurat dia mengalami pendarahan, patah tulang pada tangannya sudah diajarkan secara baik oleh kakak-kakak kita pada waktu itu, bagaimana cara membuat kacu ataupun apa namanya ya, kalau saya katakan dulu kacu. Kacu ini bisa dipakai juga menjadi penyangga tangan, agar supaya tangan yang patah tadi dalam kondisi yang baik sebelum pertolongan yang lebih lanjut dilakukan.

Tentu saja, saya senang sekali ketika tahun 2005 kalau tidak salah, Bapak Presiden disini ya, 2006 merevitalisasi Gerakan Pramuka karena memang setelah beberapa tahun terakhir ini, terutama jaman reformasi kok kelihatannya agak melempem atau menurun kegiatannya atau kurang peminatnya. Bahkan saya mendengar, ada anak-anak yang sekarang ini mengatakan bahwa bubarkan Gerakan Pramuka karena dianggap sebagai kegiatan-kegiatan yang dalam tanda kutip membosankan.

Oleh karena itu, saya berharap disini, Kak Asrul dan juga Kakak-kakak yang berada dari daerah, carilah inovasi-inovasi baru, karena tadi saya katakan bahwa Gerakan Pramuka, kegiatan Pramuka masih sangat relevan, semuanya positif, konstruktif dan inilah perlunya adalah inovasi-inovasi baru. Kalau dulu, kok kayaknya gitu-gitu aja ya, sampai sekarang masih seperti itu. Cara penyuluhan sadar anti Narkoba tadi juga sangat saya anggap sebagai suatu terobosan yang sangat baik. Hal-hal seperti inilah yang harusnya terus kita kembangkan bagaimana message kita tentang moral, tentang budi pekerti, tentang pendidikan informal lainnya itu bisa sampai kepada adik-adik kita, anak-anak kita. Nah caranya yang mungkin bisa dicari terobosan-terobosan baru.

Jadi saya berharap seperti itu. Kemudian juga supaya yang penting tidak membosankan. Mengapa saya katakan bahwa kegiatan Pramuka itu masih sangat relevan, karena itu merupakan kegiatan yang juga menangkal hal-hal kegiatan yang sangat negatif. Globalisasi sudah ada bersama kita, kita sudah ada bersama-sama globalisasi itu sendiri. Akankah kita tolak globalisasi itu? Akankah kita tolak? Tidak, akan tetapi bagaimana kita memaknai globalisasi itu, agar supaya yang kita serap adalah yang positif. Kita ambil manfaatnya sebanyak-banyaknya untuk kita tentu yang positif dan bagaimana cara menghindari hal-hal yang negatif, salah satunya adalah melalui Gerakan Pramuka ini.

Kalau kita bisa menunjukan anak-anak kita melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan, Alhamdulillah tentu mereka lama-lama akan mengerti dan saya kira kita semua sebagai generasi yang lebih tua, baik itu orang tua, guru maupun pembimbing di dalam masyarakat, jangan pernah bosan membimbing anak-anak kita. Tuntunlah mereka untuk menuju ke jalan yang benar sampai pada suatu saat mereka bisa berjalan sendiri, bisa melihat jalan yang terbaik sendiri baru kita lepaskan pelan-pelan. Bahkan mungkin kita sendiri suatu saat nanti akan dituntun oleh anak-anak kita menuju jalan yang lebih baik.

Kemudian sekali lagi, saya menghargai mudah-mudahan Rakernas yang diadakan setiap tahun Bapak, bisa memutuskan hal-hal yang kembali kegiatan apa sih yang mau dilakukan ke depan? Kegiatan positif apa sih dan tentu ini harus mengikuti juga kemajuan-kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, tolong dikenalkan kepada anak-anak. Mobil pintar, motor pintar yang kami berikan tadi juga diisi dengan perangkat untuk pengenalan terhadap teknologi, seperangkat komputer. Karena kita tahu bahwa anak-anak tidak semuanya mampu untuk bisa memiliki sendiri. Kalau boleh mereka tentu saja kita beri satu-satu, tapi karena memang belum mampu, maka satu kita pakai ramai-ramai. Mudah-mudahan keinginan dari kak Asrul tadi bahwa 33 Provinsi, 33 Kwarda bisa suatu saat nanti kita penuhi, Ibu.

Terus doakan kami agar supaya kami bisa mengajak para pengusaha yang lain. Ibu Widodo, tolong dicatat mudah-mudahan kwarda-kwarda bisa kita beri contoh agar supaya kegiatan positif dapat dilakukan kemudian juga mengajak para pengusaha maupun orang-orang yang mempunyai kelebihan dalam harta, agar supaya dapat berbuat demi masyarakat atau terutama adalah anak-anak muda kita. Barangkali itu pengantar dari saya. Mudah-mudahan sekali lagi semuanya dalam keadaan sehat walafiat ketika kembali ke daerah masing-masing. Salam kami, salam Kak Ani dan Kak Ida dan Kak SBY juga kirim salam tadi mungkin Kak Ical juga untuk adik-adik Pramuka di seluruh tanah air.

Mudah-mudahan suatu saat kelak, Pramuka semakin jaya dan tentu sekali lagi ikrar yang tadi diucapkan betul-betul terbukti. Buktikan bahwa kita memang bebas dari Narkoba, buktikan dan buktikan. Saya pikir mungkin kesempatan yang sangat baik ini kalau ada satu atau dua pertanyaan kami persilakan akan saya jawab. Kalau tidak bisa itu bukan porsi saya akan saya teruskan kepada Kak SBY, barangkali Kak Ical bisa membantu untuk bisa menjawabnya. Kami persilakan.

Sdr. Asrul
Terima kasih, Kak Ani. Kita mulai saja. Saya ambil satu dari Aceh dua-dua ya, kemudian dari Lampung, kemudian sini dari Ujung Pandang, kemudian dari Jambi, kemudian dari Jawa Timur dan terakhir dari Irian. Silakan dari Aceh. Kak Ashari, Kak Ashari kita, anggota DPRD di sana.

Sdr. Ashari, Aceh
Terima kasih.
Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang kami cintai, kami banggakan, Kakak Ani SBY, Kak Mufidah Yusuf Kalla, Kak Ical yang begitu tampan masih kemudian Kak Asrul. Kami mendoakan semoga Allah SWT memberikan kebahagiaan, kesehatan kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian.

Nangroe Aceh Darussalam sudah tujuh tahun lamanya Pramuka itu di sana tiarap, tidak bisa bergerak karena masa konflik, yang telah mengundang berbagai-bagai peristiwa berdarah di Aceh. Ketua Kwarga Aceh Bapak almarhumah Teuku Johan tewas ditembak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab Gerakan Aceh Merdeka. Kampus pusat latihan pramuka di Kaujeru yang telah disaksikan oleh Kak Asrul lenyap dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu. Bahkan di dalam peristiwa gempa tsunami, gedung Pramuka yang indah itu hancur berantakan yang Insya Allah dalam beberapa waktu yang akan datang kita bangun dengan bangunan yang lebih indah lagi.

Kak Ani yang terhormat, kami dari Pramuka Aceh telah melibatkan kaum wanita untuk bersama-sama memerangi Narkoba di Aceh. Dan Alhamdulilah anak-anak muda bersama-sama dengan wanita-wanita Aceh telah berikrar untuk menghancurkan dan memberantas Narkoba di Aceh. Karena sebagaimana Kakak-kakak dan Kak Ical ketahui bahwa Aceh adalah Provinsi yang paling banyak tumbuhnya ganja yang merupakan bahan adiktif yang berbahaya bagi generasi muda. Akan tetapi kami ada kendala Bu Ani, di dalam Rakernas ini, Aceh tidak beruntung mendapatkan mobil untuk mempromosikan anti Narkoba di sana. Padahal Aceh adalah salah satu bagian dari negeri kita ini yang sangat banyak terlibat dengan masalah-masalah seperti ini. Oleh karena itu, kami mohon kepada Ibu Ani dan Ibu Ida, Ibu Mufidah atau Kak Ical, agar kami pada tahun ini punya kesempatan untuk mempromosikan cara-cara mengatasi narkoba dengan memiliki mobil anti Narkoba.
Terima kasih.
Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sdr. Asrul
Saya pikir kita kumpul saja ya Kak ya. selanjutnya dari Lampung, silakan Kak.

Lampung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kak Ani yang sangat kami cintai, Kak Ida yang kami cintai, Kak Ical, Ka Kwarnas. Saya dari Kwarda Daerah Gerakan Pramuka Lampung pada hari ini sungguh sangat berbahagia dapat bertemu dengan Ibu dan kakak-kakak semua. Namun demikian, alangkah lebih berbahagianya kalau kiranya suatu saat dalam waktu yang dekat ini, Kakak berada di tengah-tengah Pramuka di Lampung. Kami sangat berharap Ibu berada di tengah-tengah Pramuka di Lampung, di tengah-tengah para ibu-ibu, bapak-bapak di Lampung yang telah membina generasi muda dalam waktu yang sangat dekat ini tentunya kami harapkan. Konon katanya tanggal 3 Juli ada program Ibu untuk ke Lampung kalau bisa direalisasikan itu sangat diharapkan, informasi dari, saking bahagianya suara kami agak lemah ini Ibu. Jadi sekali lagi, kami mengharapkan Kak Ani dengan semua perangkatnya berharap betul hadir di Lampung karena kami berharap jangan sampai Kakak selalu berada di lapisan atas, tapi kami di bawah-bawah ini, di desa-desa ini sangat merindukan Kakak berada di tengah-tengah kami.

Kemudian yang kedua, mengenai perubahan perilaku generasi muda sekarang, dan barangkali pada orang dewasa ya, dengan perubahan budaya yang begitu luar biasa. Saya merasakan bahwa tanpa budaya Indonesia itu yang bisa dipertahankan, maka negara kita akan hancur. Saya dengar dulu pernah Bapak Hamengku Buwono berpidato bahwa hanya salah satu cara diantaranya adalah mempertahankan kebudayaan atau budaya bangsa. Dan sekarang ini, subhanallah, kita dihadapi dengan budaya sangat menghancurkan bangsa kita, termasuk Narkoba. Oleh karena itu barangkali, ada trik-trik lain yang bisa ditambahkan selain dalam Gerakan Pramuka ini untuk mengembalikan budaya bangsa ke budaya yang asli. Satu diantaranya yang sangat kami soroti yang merusak cara berpikir, pola pikir daripada generasi muda kita atau anak-anak kita adalah cerita yang ditayangkan di TV. Hampir 4 jam setiap anak-anak SD itu, 1 hari itu menonton tv, minimal 4 jam rata-rata. Dan pada saat itu, pola hidupnya, pola pikirnya dibawa dengan gayanya adanya pola yang ada di TV itu. Oleh karena itu, kami mohon kepada Kak Ani untuk mengadakan satu penyaringan terhadap acara-acara di TV yang mengarah kepada kerusakan moral. Barangkali itu Kak Ani yang terhormat dan terima kasih, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sdr. Asrul
Terima kasih. Saya apa menggarisbawahi itu Kak Ani. Kalau mungkin, kita tahu semua Kak Ani dengan Kak SBY sering ke daerah, kalau berkenan semenit, dua menit bisa berkunjung ke Kwarda dan ketemu dengan adik-adik kita. Setuju tidak? Setuju. Saya teruskan kepada Ibu Ani. Selanjutnya Kak Nur. Silahkan.

Sdr. Noor Bahrinor, Sumatera Selatan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saya Noor Bahrinor dari keluarga Sumsel. Kak Ani, Kak Ida, Ibunda kami, Ka Ical, Ka Kwarnas, hari ini kami membuktikan bahwa firman Allah, la insakartum la adzidanakum walainkafartum inna asyabillasyadid. Sejak Ka Kwarnas menyampaikan mobil, 2 unit pintar dan 2 unit mobil narkoba ditambah dengan motor. Tidak pernah Ka Kwarnas itu mengatakan bahwa atau merasa cuma ini kok, kenapa cuma 2, kenapa cuma ini. Tetapi mari kita syukuri dan buktinya sekarang Kakak sendiri di hadapan kami, yang malaikat catat agar supaya semua Kwarda akan mendapatkan. Jadi tolong kepada keluarga yang lain tidak perlu lagi diangkat ya, Insya Allah.

Yang kedua, Kak Ani dan Kakak-kakak sekalian, Pramuka ini kami mencoba sejak dari Pontianak sampai sekarang, maaf kami coba secara kultural, secara culture kami melakukan yang maybe yes, maybe no. Oleh karena itu, barangkali melalui media ini kami titip kepada Ka Mabinas, yaitu Kakak SBY, agar supaya melakukan juga revitalisasi Gerakan Pramuka, termasuk sosialisasi secara struktural. Kultural kami telah melakukan bersama dengan anak-anak, kakak-kakak dan siapa saja masyarakat, tapi mungkin ada baiknya juga secara struktural. Salah satu cara adalah bagaimana semua Kamabida-kamabida bisa kumpul kayak tadi, tapi bukan dalam upacara yang kaku, tapi dalam bentuk duduk bersama, apakah itu disebut perkemahan atau apa saja namanya, yang jelas kita duduk menyampaikan bahwa oh rupanya Pramuka itu bukan hanya tepuk tangan, tetapi bisa juga untuk semuanya. Insya Allah secara struktural bisa berlangsung, secara kultural kami akan jalan, maka kita ke depan akan melihat bahwa apa yang dicanangkan Kakak SBY 14 Agustus 2006 ini, Revitalisasi Gerakan Pramuka yakin dan percaya Allah akan memberikan kepada kita rahmat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sdr. Asrul
Terima kasih. Sebenarnya Kak SBY sudah dua kali merancang kepada kita untuk perkemahan eksekutif, tapi mungkin karena kesibukan Beliau, mudah-mudahan nanti melalui Kak Ani bisa kami rancang lagi perkemahan eksekutif itu. Kak Saleh dari Jambi.

Sdr. Saleh, Jambi
Bismilahirahmanirahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kak Ani, Kak Mufidah, Kak Ical, Kak Asrul. Ini mohon maaf ini bahasa akrabnya Pramuka. Saya dari Jambi Ketua Ka Kwarda sudah dua periode. Sehari-hari Sekretaris Daerah Propinsi Jambi. Saya melihat dari apa yang sudah dilakukan Bapak Presiden Republik Indonesia melalui revitalisasi. Ini sesuatu yang sungguh punya arti Kak Ani. Sudah hilang, kita hampir tidak ada kabar berita lagi Pramuka ini. Kak SBY bangkit, , bangun dia, ingat dia dengan Pramuka. Pramuka ini sungguh punya arti sesungguhnya. Pramuka inilah salah satu alat pemersatu Kak Ani. Lihat saja di lapangan, semuanya ada di sana, dari Papua sampai ke ujung Nangroe Aceh Darusalam menyatu, bersatu dia untuk membangun negeri yang sama-sama kita cintai.

Saya hanya nyarankan Kak Ani, supaya semua orang tahu dengan Pramuka. Yang selama ini Pramuka sudah sedikit kabur, bahkan hampir hilang dipermukaan. Saya mohon mungkin melalui Kak Ani, Kak Mufidah, Kak Ical dan yang lain-lain lewat bisik-bisik tetangga di rumah Kak Ani. Supaya yang namanya media, media kita melalui kakak kita yang di Kominfo mungkin. Selalu setiap kegiatan Pramuka ini tampil, kadang-kadang karena ini kurang berbau bisnis mungkin, Pramuka ini ndak pernah muncul dipermukaan. Tapi hari ini melalui Kak Ani hadir, saya yakin seluruh media akan mentayangkan kegiatan Pramuka ini. Selama ini tadi dianggap nggak laku kegiatan Pramuka ini. Kami saja di daerah kalau ada yang namanya musyawarah daerah, itu ndak ada kabar beritanya. Hanya paling-paling bisik-bisik kami saja. Karena ini nggak layak dan nggak laku di jual. Nah, ini mungkin sekarang ini, lebih laku daripada yang namanya emas murni, yang namanya logam mulia itu, Pramuka ini lewat revitalisasi bahkan hari ini Kak Ani sendiri hadir bersama kami disini. Itu yang pertama.

Yang kedua Kak Ani, karena ini sudah revitalisasi, kami mengharapkan banyak tangan yang masuk menyentuh Pramuka ini. Para menteri Kabinet kita kiranya dapat ikut. Ini contoh hari ini Ketua BNN, sudah itu Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung hadir. Itu nanti dampaknya luar biasa ke daerah. Kapolda mungkin nanti lihat Kapolri hadir di Pramuka, Jaksa Tinggi lihat Jaksa Agung hadir di Pramuka. Ini nanti side effect daripada kehadiran bapak-bapak ini akan membesarkan Pramuka di daerah. Ini mungkin lewat bisik-bisik Kak Ani dengan Kak SBY mudah-mudahan ini akan terus semakin dalam Kak Ani. Pramuka ini makin eksis. Revitalisasi Insya Allah semakin jalan. Apalagi Pemerintah melalui Kak SBY, lewat Kak Ical sudah membuat surat agar Gubernur, para Bupati, Walikota akan memasukan anggaran di dalam APBD-nya masing-masing. Ini kami terima kasih, ini luar biasa. Mudah-mudahan Gubernur, jangan nggak baca surat, pasti dia baca itu. Mudah-mudahan nanti dalam APBD-nya akan langsung. Terima kasih Kak Ani. Saya minta maaf kayaknya nggak enak. Tetapi itulah sesungguhnya yang ada pada kami.
Sekian.
Wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sdr. Asrul
Terima kasih kita lanjutkan dari Jawa Timur

Sdr. Djaelani, Jawa Timur
Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang kami hormati Kak Ani, Kak Mufidah, Kak Ical dan kak Asrul. Saya Djaelani Sekretaris Muspida Jawa Timur, alhamdulillah sejak gerakan rehabilitasi dikembangkan oleh kak SBY di Jatinangor Jawa Barat kemudian dicanangkan kembali pada HUT di Cibubur ini geliat pramuka di Jawa Timur lebih semarak. Pada hari ini tadi ikrar anti narkoba tentunya akan menambah momentum yang Insya Allah akan diikuti oleh gerakan-gerakan di daerah. Cetusan momentum yang diciptakan oleh pusat tanpa membahana di daerah tidak ada artinya gerakan kepramukaan di daerah ini.

Dorongan hubungan dari pusat sangat diperlukan karena ini memang baru berjalan beberapa tahun. Secara khusus kami respon, mohon maaf khususnya kepada Kak Ical sebagai Menkokesra dan Kak Asrul. Edaran Bapak kepada Gubernur untuk mengalokasikan APBD sungguh menambah aktifitas di Jawa Timur. Dan itu sudah menjadi pedoman sejak lama Jawa Timur sudah mengalokasikan, tapi dengan ada dorongan surat dari Menkokesra mudah-mudahan juga didorong oleh Mendagri tentang penataan APBD ini akan lebih lengkap. Dan kami sudah membaca surat Kak Asrul kepada Mendagri. Karena APBD tunduknya Pemda itu Kepada Mendagri, ini mohon maaf kami sampaikan disini.

Jadi gerakan anti narkoba akan menjadi momentum bagi Jawa Timur, BNN tidak asing karena kebetulan Kak Tanto adalah alumni Jawa Timur. Mungkin pemasyarakatan paling efektif sekarang ini sebagian besar atau seluruh Pramuka ini dari pendidikan SD, SMP, SMK dan sebagainya, sekarang di toko-toko banyak beredar buku-buku pelajaran, gambarnya ada Doremon, Barbie dan sebagainya, alangkah baiknya melalui himbauan dari pusat ini apapun modelnya sepanjang tidak merugikan para pengusaha percetakan tercantum pesan-pesan Narkoba ini. Karena itu adalah gerakan yang paling efektif, tidak usah dipesankan anak SD pasti beli buku. Kalau hanya membaca Doremon mungkin cuma ketawa, tapi kalau ada pesan Narkoba Insya Allah masuk di dalam sanubarinya mengikuti saran-saran tadi termasuk Ibu Ani tadi.

Sdr. Amos, Papua
Terima kasih. Kak Ani yang kami hormati, Kak Ida yang kami hormati, Kak Aburizal, Bapak Kapolda, Kapolri dan para Menteri, Istri-Istri Menteri yang kami cintai dan kami banggakan, Kak Kwarnas. Saya di sini berdiri mewakili dari Papua dan Papua Barat. Dan sudah seijin, dan kami dari Papua Barat juga hadir dan Kak Mufidah. Kesempatan ini kami gunakan dan kami ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, pada siang ini kita semua mengucap syukur kepada Tuhan karena kita bisa ketemu dengan Ibu Negara untuk lingkungan Gerakan Pramuka, berarti ini sesuatu moment yang sangat penting, ada perhatian yang besar dari seorang Ibu Negara kepada organisasi yang sebesar ini.

Yang kedua, kami juga kesempatan kami menggunakan, menyampaikan terima kasih, penghargaan yang besar kepada Ibu Negara atas perhatian yang diberikan kepada Papua, ketika memberikan 1000 pakaian seragam Pramuka, lengkap dengan peralatan tas, sebelum daerah lain-lain terima, kami sudah terima terlebih dulu. Dan bantuan itu sudah kami teruskan sampai di daerah-daerah perbatasan yang tadi Ibu sudah katakan daerah-daerah terdepan. Papua adalah merupakan suatu daerah terdepan di Republik ini.

Dan untuk meningkatkan kerjasama dan menjaga bahaya Narkoba, bahkan daerah perbatasan sering masuk juga ganja dari daerah-daerah perbatasan, kami Pramuka selalu melakukan kegiatan di daerah perbatasan, dengan maksud jadikan Pramuka ini di daerah perbatasan dengan istilah jadikan Pramuka sebagai tiang bendera yang hidup di daerah perbatasan, kenapa menggunakan setengah leher merah putih, agar bisa membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bisa masuk ke negara kita melalui Gerakan Pramuka.

Yang kedua, di Papua bahaya HIV/AIDS dan Papua barat Narkoba, minuman keras cukup tinggi, sayang sangat tinggi dan jumlah penduduk sangat sedikit. Bahaya Narkoba, miras di Papua cukup tinggi dan HIV/AIDS cukup tinggi, penduduknya sedikit. Ini sangat berbahaya kalau tidak cepat aksi yang kita buat hari ini, penyuluhan hari ini, kami mengusulkan dan menyarankan kiranya apa yang sudah dibuat pusat hari ini dengan penyuluhan secara nasional dan dihadiri oleh para Menteri dan tindak lanjutnya daerah supaya bisa turun karena di daerah ini gara-gara kurang begitu menjadi perhatian. Jadi kami mengusulkan bisa ada tindak lanjutnya ke daerah. Pramuka siap untuk menjadi alat yang digunakan untuk berperang melawan Narkoba ini, kita siap asal didukung. Untuk itu, Papua dan Papua Barat, satu di wilayah pulau bagian Utara, bagian Barat, dia siap menangkal yang datang dari bagian Barat dan satu provinsi atau Kwarda di bagian Timur untuk menangkal yang masuk dari wilayah Timur, dari bagian Timur dari Papua Nugini. Dan memang cukup tinggi ganja yang masuk dari PNG ke Papua, itu setiap hari, ini cukup payah, ini yang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, nanti pada bulan Juli, bulan Agustus tanggal 27 sampai 5 September, kami membuat kegiatan yang disebut dengan Raimuna di daerah perbatasan. Ini mohon dukungan, perhatian Ibu untuk membantu kami untuk daerah perbatasan karena akan hadir juga kami coba untuk Papua Nugini. Karena tahun 2005, kami pernah mengadakan kegiatan bersama, Jambore Regional dihadiri Papua Nugini. Di dalam sejarah kepramukaan, belum pernah Papua Nugini hadir di Indonesia, tetapi setelah pramuka membuat kegiatan dia datangkan, dia melihat wah Indonesia ini hebat, di negara dia tidak bisa keluar sampai dengan batas jam 3, jam 4, sampai malam tidak bisa keluar, tapi setelah dia ada di Jayapura, di Papua, dia bisa jalan sampai jam 12, dan dia katakan Indonesia hebat diakui melalui Gerakan Pramuka.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian daripada Ibu Negara dan juga Bapak Menkokesra, Bapak Menteri dan juga Kak Kwarnas yang selama ini memperhatikan kami. Dan itu beberapa hal yang kami perlu perhatikan dan kami juga pernah minta, mengusulkan di Papua itu ada hal yang kecil, banyak yang ada di pinggiran-pinggiran kota kalau sakit mau ke Rumah sakit itu tidak ada ambulans. Tengah malam, kami Pramuka siap jam berapapun kami bisa antar, harus mengeluarkan biaya untuk ambulan sampe ke Rumah Sakit. Kita Pramuka peduli, kita siap untuk membantu, kita perlu cukup ambulans, kalau saya ya seperti Narkoba tadi, itu juga bagus. Kalau saya lebih bagus ambulans, karena kita membantu masyarakat yang ada di pinggiran kota di Papua maupun Papua Barat. Sampai disitu mungkin kesempatan yang ingin kami sampaikan dan terima kasih atas perhatian Ibu yang bisa ketemu dengan kami pada siang ini. Selamat siang. Salam Pramuka.

Sdr. Asrul
Terima kasih Kak Amos. Ibu Ani satu hal yang menggembirakan, ternyata di daerah kalau ada masalah sudah mulai kontak Gerakan Pramuka, misalnya ada bencana alam ... kegiatan Pramuka, ada kecelakaan, Gerakan Pramuka. Tapi dirasakan peralatan kita tidak cukup. Oleh karena tiu, tadi muncul ada gagasan kenapa Pramuka tidak dilengkapi seperti PM, PMI kan orang sekarang lebih banyak melirik ke gerakan Pramuka karena memang anak-anak kita, generasi masih muda yang kapan saja mau pergi ke daerah. Ini kami dari pengurus mencoba melengkapkan Gerakan Pramuka dengan equipment yang dibutuhkan sehingga kita siap masuk ke dalam seluruh kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Saya yakin Kak Ical akan membantu saya untuk mewujudkan gagasan ini. Tapi waktu Ibu juga tidak banyak, kita cukupkan pertanyaan dari kita. Kita minta sekarang Kak Ani untuk bisa memberikan komentar, siapa tahu langsung amin apa yang kita minta. Terima kasih Kak Ani.

Ibu Negara Republik Indonesia
Baik terima kasih Kak Asrul. Tadi kita sudah mendengarkan tujuh pembicara, tujuh ya, kalau tidak salah? Enam dari Sabang sampai ke Merauke, semua sudah mewakili. Yang pertama dari NAD. Kakak dari NAD, sebetulnya kami semua juga prihatin melihat kegiatan-kegiatan di NAD. Beberapa puluh tahun ibaratnya terakhir kemarin, semuanya berjalan sepertinya kok agak tersendat-sendat. Itulah sebabnya SBY, Bapak Jusuf Kalla dan juga Pemerintahan mengusahakan terus-menerus agar terjadi perdamaian. Dan syukur Alhamdulillah, perdamaian yang diinginkan oleh masyarakat Aceh pada khususnya dan masyrakat Indonesia pada umumnya, akhirnya dapat terlaksana. Dan Alhamdulilah pula sudah terjadi pemilihan Gubernur dan Kepala Daerah lainnya secara demokratis pada waktu itu.

Mudah-mudahan kita doakan kegiatan-kegiatan yang dulu barangkali agak terabaikan, agak tiarap, adanya tewasnya Ka kwarda. Tadi Bapak mengatakan seperti itu, tewasnya Ka kwarda kemudian kampus dibakar, belakang terakhir adalah tsunami, kalau tsunami tentu saja itu adalah cobaan dari Allah Yang Maha Kuasa. Tetapi mudah-mudahan ke depan, mari kita menatap bersama-sama, bahwa ternyata pertikaian itu tidak ada gunanya sama sekali, yang ada adalah kesengsaraan. Ke depan ini, mari kita merajut perdamaian yang sudah ada ini menjadi suatu ikatan kekeluargaan yang lebih akrab. Dan tentu saya berharap, ke depan nanti Pramuka, Gerakan Pramuka di NAD bisa berjalan sama dengan daeah-daerah lain. Dan memang perlu apa namanya keinginan yang sangat kuat dari masyarakat itu sendiri walaupun didorong seperti apa semangat yang diberikan seperti apa, kalau masyarakat itu sendiri tidak ingin berubah, tidak ingin maju, tidak ingin berdamai, maka tidak ada gunanya. Oleh karena itu, sekali lagi Kakak, saya berharap, Kakak bisa membangkitkan semangat rakyat Aceh sendiri, anak-anak di aceh sendiri, kaum perempuan di Aceh sendiri untuk mari bangkit ke depan mengejar ketertinggalan yang ada.

Kemudian juga saya berharap, saya senang sekali bahwa sudah menyadari bahwa apa namanya untuk Narkoba ini harus kita perangi bersama. Karena kalau ada sebagian masyarakat yang masih menganggap dengan menanam ganja, dengan menjual ganja ini mendapatkan kesejahteraan, itu adalah tentu saja yang harus kita luruskan, kesejahteraan siapa? Kesejahteraan dia atau kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama untuk mengawasi agar supaya jangan sampai terjadi predikat yang selama ini dikatakan bahwa Aceh tempat yang paling subur untuk menanam ganja. Jadi saya pikir jangan sampai ada lagi hal yang seperti itu, harus kita perangi bersama.

Untuk memeranginya, tadi Kakak mengatakan, alangkah senangnya kalau mendapatkan mobil Anti Narkoba. Sekali lagi, mudah-mudahan saya tidak pernah, tidak berjanji kalau misalnya ini ada, tentu saja kami akan memikirkanya untuk mengirimkannya juga ke Aceh. Kalau mobil pintar dan motor pintar, ada. Berapa yang akan kita kirimkan ke Aceh? Mobilnya sudah dua, sudah ada di Aceh. Motornya? Oh motornya belum dikirim ya? Baik, jadi baik mobil pintar, motor pintar ini juga sudah kita kirimkan, tetapi untuk yang anti Narkoba memang belum. Anti Narkoba waktu itu kami bekerja dengan Bhayangkari, Kak Heni Sutanto yang kita kirim enam atau tujuh Kak ya? Waktu itu ya, enam ya melalui Bhayangkari. Jadi enam itupun juga di dua, di Jakarta dan satu di Bali, satu dibagi oleh Bhayangkari. Kemudian melalui Gerakan Pramuka kali ini, saya berikan kepada Kwarnas.

Terus terang saja memang belum bisa memenuhi semuanya karena sekali lagi, ini semua mengetuk hati dari para donatur. Mudah-mudahan tanpa misalnya nggak usah dikirimkan dari ataspun mungkin nanti kalau Kakak berbicara dengan Gubernur disana, kemudian membicarakan masalah yang dihadapi, agar supaya predikat bahwa Aceh adalah gudangnya ganja itu bisa terhapus. Karena sekali lagi, mungkin lebih banyak mudharat-nya daripada manfaatnya untuk ganja ini.

Kemudian dari Lampung. Mohon untuk dapat berkunjung ke Lampung. Kakak tanggal 3 Juli, saya belum mendengar kalau ada acara Kak SBY berangkat ke sana ya. Yang saya tahu tanggal 3-4 ke Jawa Timur, khususnya Pacitan dan Wonogiri. Kakak-kakak semua, Pacitan ini juga walaupun tadi Kakak mengatakan, Jawa Timur jangan dianggap sebagai pelosok. Saya setuju, penjuru Tengah. Jadi ada penjuru kanan, penjuru terdepan, ada penjuru tengah. Penjuru tengahnya adalah Jawa Timur.

Memang saya juga cukup prihatin, Kak SBY berasal dari Pacitan. Tetapi Pacitan juga masih sekali, masih banyak sekali daerah-daerah tertinggal. Oleh karena itu, pada kali nanti, saya akan memberikan bantuan, Bupati Pacitan sudah menyiapkan satu rumah untuk menjadi rumah pintar. Kami mengisi dalamnya, mengisi buku-bukunya, mengisi permainannya, mengisi dengan komputer. Kemudian kami tambahkan dengan satu mobil dan dua motor. Karena tahu, Kakak tahu semua bahwa Pacitan itu daerahnya sangat luas kemudian juga turun naik dan penduduknya memang juga sedikit. Oleh karena itu, membutuhkan sarana angkut, agar supaya anak-anak yang berada di puncak-puncak gunung itu juga mereka dapat ikut menikmati bacaan-bacaan yang kita sediakan. Oleh karena itu, rasanya belum ada kegiatan ke Lampung. Kakak, saya selalu mengikuti kegiatan Kak SBY kalau sedang berkunjung ke daerah-daerah, memang belum pernah khusus untuk Pramuka. Kalau Pramuka pada waktu Jambore di Jatinangor, kami datang kesana dan kemudian di Cibubur, tapi selebihnya memang belum pernah ada secara khusus.

Kak SBY pernah menyampaikan kepada Kak Asrul, kira-kira suatu saat nanti mbok ya sekali-kali, kita, mari kita berkemah bersama, rasa-rasanya belum terwujud. Pada waktu itu menyampaikan, kalau gitu bisa berkemah di Cipanas atau Cibodas, alangkah bagusnya. Ini memang sedang kita rencanakan, tetapi kalau misalkan satu persatu memang agak sulit. Oleh karena itu, kita pikir bukan berarti kita tidak mencintai adik-adik Pramuka di seluruh Indonesia, tidak, tetapi karena memang keterbatasan kami, tenaga dan apa namanya badan hanya satu dan saya kira ke kiri dan ke kanan kita selalu datangi. Tapi memang kalau khusus Pramuka belum ada. Insya Allah, kita suatu saat bisa berkemah bersama.

Presiden dan saya sangat mendukung kegiatan yang kiranya akan dilakukan oleh Kwarnas, kalau tidak salah Jambore tingkat ASEAN, ini yang akan dilakukan kalau tidak salah di 2008, Kak Ical. Kami sangat mendorong agar supaya Indonesia bisa menjadi tuan rumah dari Jambore Pramuka Tingkat ASEAN di Bumi Cibubur perkemahan.

Kemudian juga, tentu saya berharap, selain kita memberikan bantuan berupa mobil, motor pintar dan Anti Narkoba, serta penyuluhan agar supaya dapat diperlihatkan kepada para tamu kita, bahwa ini adalah kegiatan nyata dari Pramuka. Tapi juga saya berharap, Kak Asrul karena disini, di Bumi perkemahan Cibubur masih begitu luas, alangkah bagusnya kalau dijadikan sebagai percontohan. Mungkin percontohan tanaman jarak sehingga kita bisa mandiri energi seperti yang sedang digarap, bagus sekali apa yang diinginkan oleh Bapak Presiden, agar setiap daerah itu menjadi mandiri, setiap desa bisa menjadi desa mandiri, baik itu siaga terhadap Narkoba, juga siaga terhadap energi, kita mandiri energi. Kalau bisa diberikan contoh, sehingga 2008 nanti, percontohan itu sudah ada, alangkah bagusnya bisa menjadi percontohan dari Pramuka ASEAN. RNI, Jadi RNI katanya sudah membantu untuk memberikan bibit-bibitnya, barangkali tinggal pantau-pantaunnya, kira-kira kalau misalnya jarak yang ditanam ini mau dijual kemana, RNI ya? Saya kira ya, RNI juga akan menerimanya dengan baik. Saya pikir ini bisa dicontoh daerah-daerah. Saya melihat disini ada Bapak Gubernur Jawa Barat barangkali Irjabar barangkali juga bisa ditunjukan mungkin di Papua sana.

Kemudian yang berikutnya adalah Kakak tadi mengatakan tentang perubahan perilaku memang betul, ini sekali lagi ini adalah dampak dari kemajuan yang terbukanya kita abad informasi dan sebetulnya sekarang ini adalah ada positifnya, ada negatifnya. Perilaku dari anak-anak kita, sedikit banyak juga terpengaruh dengan lingkungan. Lingkungan itu apa? Teman bermain, teman-teman di sekolah, teman-teman di rumah, tetapi juga jangan lupa tayangan-tayangan televisi.

Sebetulnya saya juga ingin sekali Bapak, bisa menyampaikan bahwa tayangan televisi ini rasa-rasanya sudah terlalu vulgar, tidak bagus lagi untuk anak-anak. Namun kita, ada benturan-benturan yang kita sebut dengan, bukan benturan ya, ada sebuah Undang-Undang Pers dan Undang-undang Penyiaran, saya kira begitu ya? Mungkin nanti Kak Ical bisa menambahkan kalau saya salah. Dimana di situ, penyiaran ini memang mengikuti aturan-aturan sendiri. Jadi tidak bisa, kita boleh menganjurkan, kita boleh mengatakan bahwa itu tidak bagus, tetapi kita tidak bisa melarangnya. Oleh karena itu, Pemerintah dalam hal ini juga tidak bisa secara serta merta melarangnya. Semuanya harus melalui suatu tahapan-tahapan hukum karena memang ada Undang-undangnya.

Ada yang namanya diatasnya Komisi Penyiaran. Sebetulnya Komisi Penyiaran inilah yang harusnya memantau setiap penyiaran yang ditayangkan di televisi. Oleh karena itu, barangkali kalau Kakak-kakak semua merasa bahwa tayangan televisi ini sudah tidak bagus, mungkin Kakak memberikan langsung surat secara, apa namanya resmi kepada Komisi Penyiaran, sehingga komisi penyiaran bisa melihatnya kemudian menilai yang ini sudah, masih memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat, apa dampaknya. Karena komisi inilah nanti yang akan menentukan dan Komisi Penyiaran ini nanti yang akan mengadukannya kepada Kepolisian. Bahkan saja nanti bisa saja berlanjut sampai kepada pengadilan. Seperti contohnya, mungkin kasus-kasus yang kita lihat sekarang ini, saya kira ini mungkin nanti bisa ditambahkan, kalau bisa mungkin penjelasan saya masih kurang atau bagaimana tentang Komisi Penyiaran ini.

Kemudian yang berikutnya adalah tentang apa namanya perubahan secara struktural pada Gerakan Pramuka di daerah, darimana tadi? Dari Sulawesi Selatan, dari Makassar. Kakak, saya pikir memang Presiden sudah merevitalisasi Gerakan Pramuka dari atas artinya dari pusat untuk daerah, dengan adanya otonomi daerah, saya berpikir barangkali ada bagusnya disini ada Bapak Gubernur dari Irian Jaya Barat, kalau Bapak bisa bersama-sama dengan para Gubernur lainnya untuk memikirkan Gerakan Pramuka ini, alangkah bagusnya. Karena dengan adanya otonomi daerah memang semua sangat apa namanya terfokus ke daerah.

Memang dari pusat sudah menginginkan, bahkan tadi sudah mengatakan bahwa himbauan dari Bapak Menko Kesra tentang APBD yang diperuntukan Pramuka. Baru tahun 2006 inilah, APBN untuk pramuka dijatahkan Rp 9 milyar, 2006 ya? Kemudian tahun 2007 bertambah menjadi Rp 29 milyar. Tinggal sekarang bagaimana di dalam APBD-nya. Itu sekali lagi Kakak, bahwa ini semua tergantung kepada para Gubernur. Kalau misalnya para Gubernur ini bisa ikut didorong ataupun apa namanya mungkin barangkali nanti Kakak yang akan menyampaikanya yang lebih lengkap, didorong dari atas, tetapi kakak-kakak semua sebagai Kwarda-kwarda, Kakwarda juga bisa apa namanya memberikan masukan-masukan kepada para Gubernur. Karena sebetulnya sudah ada jatah itu, ya tentu mungkin nggak cukup ya, kok dianggapnya kecil sekali. Tapi mari kita hargai Pemerintah yang sudah dengan apa namanya dengan susah payah memberikan atau mengalokasikan itu semuanya untuk Gerakan Pramuka.

Kemudian dari Jambi. Dari Jambi mengatakan bahwa menganggap kegiatan Pramuka ini tak layak jual. Tidak laku untuk dijual. Tidak pernah diliput oleh media. Ini saya hanya juga bisa menganjurkan kepada apa namanya para pengusaha media, agar supaya mari kita tampilkan Gerakan Pramuka, kegiatan Gerakan Pramuka di media. Tetapi sekali lagi, kita juga melihat kepada diri kita sendiri, kira-kira laku benar enggak sih laku dijual? Kenapa ya nggak laku dijual? Why? Oleh karena itu, mari kita sama-sama melakukan suatu perenungan, suatu pemikiran kira-kira apa sih yang layak dijual. Lakukan terus-menerus pendekatan-pendekatan itu ke media. Saya kira itu satu-satunya, karena kadang-kadang kita juga jengkel ya, ya kenapa sih, menurut kita ini kenapa kegiatan bagus, kok nggak diliput di media. Kadang-kadang apa yang dianggapnya biasa-biasa saja, tidak layak dijual. Lebih senang dengan, mungkin berita-berita yang apa ya, maaf ya, perceraian, masuknya ke infotainmen, kemudian perkelahian yang sepertinya begitu. Tetapi baiklah, kita tidak usah berputus asa, walaupun tidak diliput oleh media, jangan sampai kita merasa, ah ngapain saya berbuat sesuatu nggak diliput media, lebih baik kita diam-diam saja itu adalah sikap yang apatis. Saya hanya berharap, supaya mari kita jangan apatis, sekecil apapun apa yang kita lakukan tentu saja akan ditimbang-timbang. Kita memberitahu kepada generasi, kita mengajak generasi muda, pasti sedikit banyak ada artinya daripada sama sekali tidak berbuat. Kalau kita, berputus asa, kita hanya berpangku tangan, jangan. Saya menganggap bahwa jangan sampai apatis seperti itu, bangsa yang apatis tidak akan maju. Oleh karena itu, hanya bangsa optimis yang maju.

Mudah-mudahan ke depan sekali lagi, media kita tertarik untuk meliput apa namanya Gerakan-gerakan Pramuka. Di beberapa saat yang lalu dari Kapolri, dari Kepolisian Republik Indonesia bersama-sama dengan Pramuka membuat taman lalu lintas Bapak. Taman lalu lintas disini yang juga letaknya di Cibubur ini, tujuannya adalah memberikan pengetahuan kepada anak-anak usia dini, sejak sedini mungkin agar mereka tahu bagaimana cara berlalu lintas. Dan ini yang saya berharap juga barangkali melalui Bapak Kapolri, para Kapolda bersama-sama dengan para Gubernur di daerah dapat mewujudkan taman lalu lintas yang sama, bukan besar ataupun kualitasnya, tetapi sama dimana anak-anak bisa belajar alangkah bagusnya. Agar supaya sekali lagi, ini adalah wujud daripada keinginan kita untuk memberikan pengajaran kepada mereka, baik itu melalui Pramuka maupun pendidikan informal lainnya.

Kemudian yang berikutnya adalah tentang Jawa Timur. Ya sekali lagi, mengajak para Menteri, Bapak saya serahkan kepada Bapak, apakah kira-kira bisa mengajak para Menteri. Tapi disini saya sudah berhasil mengajak Istri Menteri dulu. Saya hanya ingin siapa Istri Menteri disini? Coba tunjuk tangan. Nah itu, Istri Kepala Panglima TNI, ada. Nah Istri Kepala Staf TNI Angkatan Darat nah itu ada. Kepala Staf TNI Angkatan Udara, ada. Angkatan Laut, ada. Kepolisian, Ibu Tanto ini ada. Ini, saya berhasil mengajak mereka semuanya.

Nah kalau Istri Menteri saya perkenalkan ya Pak ya, Bu ya. Ibu Widodo AS, Ibu Anton Apriantono, Ibu Jero Wacik, Ibu Purnomo Yusgiantoro, Ibu Kusmayanto Kadiman, Ibu siapa namanya, maaf Ibu Joko Kirmanto, kemudian Ibu Yusuf Ashari, kemudian Ibu Yusuf Kusmayanto Kadiman sudah. Kemudian Ibu Yusman ini baru, jadi saya belum hafal sekali. Maaf Ibu Yusman, Istri dari Menteri Perhubungan kita. Kemudian Ibu ini siapa, siapa nggak kenal dari Papua Ibu Fredy Numberi. Kemudian Ibu Adhyaksi Dault, belakang tadi sudah, Istri Kepala Staf Angkatan dan kemudian Ibu Jaksa Agung yang depan belum pakai baju Pramuka. Wah Bapak kita kirim nanti, tapi Kakak Pramuka juga. Istri Menteri Luar Negeri, kemudian Istri Mensesneg kita, Ibu Okke Hatta Rajasa. Terus kebelakang lagi Ibu, Ibu Anita Rusdi dan Ibu, maaf saya juga baru Ibu Andi Matalata baru beberapa kali ketemu. Sudah semua saya sebutkan, sudah ya, sudah Ibu Rusdi, Istri Karumga.

Kalau boleh kemana Kak Ical ya, Ibu Tatinya kemana. Kak Tati sedang sakit, mari kita doakan beliau supaya sembuh kembali. Bukannya beliau enggak mau datang, tidak, tetapi beliau semuanya Kak Tati sedang dalam keadaan yang kurang sehat. Jadi apa namanya suatu saat barangkali kita bisa ketemu ya, kita doakan supaya Kak Tati cepat sembuh. Saya juga sudah lama sekali, ya kira-kira berapa minggu tidak ketemu sama Kak Tati, sebulan sakitnya. Ya mudah-mudahan Insya Allah cepat sembuh ya.

Jadi itu semuanya adalah apa namanya upaya kita sebetulnya memberikan semangat dan dorongan semangat. Kakak dari Jawa Timur tadi, bahwa dorongan semangat sudah ada dari para Istri Kabinet Indonesia Bersatu sudah ada, tinggal yang ada di daerah bagaimana, Kakak-kakak bisa membangkitkan semangat adik-adik yang berada di daerah masing-masing.

Kemudian saya pikir sebaiknya apa yang ada kita lakukan disini bisa menjadi tolak ukur kegiatan-kegiatan di daerah. Kemudian saya setuju sekali, pesan anti Narkoba ditulis pada produk-produk yang ada, kita akan berusaha, kita akan berusaha. Bisa barangkali kita mulai dengan kita mencetak buku tulis dulu yang kita bagikan. Terus terang saya beserta Istri Kabinet Indonesia Bersatu ini sering memberikan juga Istri Panglima TNI memberikan bantuan tadi, Aku Cinta Indonesia, tas yang berisi alat-alat tulis. Selama ini yang kita tulis didalamnya hanya kayaknya Pancasila, Indonesia Raya bisa kita tulis nanti pesan-pesan Anti Narkoba. Jadi bagus sekali, saya terima kasih sekali diberikan masukan-masukan, kitapun bisa memberikan masukan pula kepada mungkin para pengusaha yang lainnya untuk bisa menulis pada produk-produk mereka. Tentu saja ini hanya himbauan tidak bisa merupakan paksaan karena itu menyangkut juga produk yang mereka jual.

Kemudian disini Papua tadi ya. Bapak Alhamdulillah, kalau baju Pramuka yang kami kirimkan sudah diterima oleh anak-anak. Pada waktu itu, Kak Asrul dan Ibu Asrul menyampaikan kepada saya, bahwa anak-anak di Papua senang sekali melakukan kegiatan Pramuka, tetapi mereka tidak punya baju, bahkan kadang-kadang pakaian seragam yang mereka pakai, tetapi pakai kacu merah putih. Itulah yang membuat akhirnya mengirimkan seribu paket kepada anak-anak di Papua.

Saya beserta Kakak SBY, Kak Ical pernah sampai ke ujung yang disebut dengan nama Yakuhimo, apa Yahukimo betul ya? Yahukimo. Sampai ke ujung Yahukimo, ini bukan suatu kunjungan Presiden, saya pikir itu adalah petualangan Presiden. Jadi petualangan yang sungguh luar biasa, saya, Kak Ical pada waktu itu, ada Menteri kesehatan, ada siapa lagi ya waktu itu, Menteri Pertanian, Pak Anton. Ibu Anton, ada nggak ya waktu itu? Enggak ada ya? Sampai ke ujung dan kami menyusuri lembah yang sangat sekali hanya, pada waktu itu hanya ada doa ya Allah mudah-mudahan sampai ke tujuan, karena kami bertujuan baik ingin menemui saudara-saudara kita yang ada di Pasema, di namanya Pasema, daerah yang paling terpencil untuk melakukan panen Ubi. Waktu itu kami mendengar karena terjadi musibah kelaparan disana, Pak Ical bersama dengan dari Kesra melakukan dan juga dari Pertanian melakukan ya semacam pembelajaran, bagaimana cara menanam ubi yang benar. Akhirnya, benar-benar luar biasa, karena ternyata daerah Pasema itu subur sekali ditambah dengan teknologi yang bagus, teknik-teknik pertanian yang benar, maka ubinya itu sampai sebesar-besar ini Pak, luar biasa besar sekali.

Sepaha Pak Ical. Jadi segini masih terlalu kecil, ternyata paha Pak Ical. Jadi kita luar biasa Bapak. Karena ternyata memang kalau kita tidak pernah datang kesana, tidak akan pernah tahu apa yang dirasakan oleh rakyat yang ada di Papua. Betul begitu, dengan segala resiko yang ada pada waktu itu, Bapak Presiden beserta para Menteri datang kesana karena kecintaan kita kepada rakyat di Papua. Begitu pula pada suatu saat dulu, Bapak kita datang ke NAD, ketika tsunami terjadi dengan segala resiko pada waktu itu, sangat buruk sekali, kita terbang menuju ke Meulaboh, pulang pergi dan disitulah cuaca sangat buruk sekali, sehingga kita melihat kebawah terbayang saudara-saudara kita habis ditelan ombak. Tetapi pesawat yang kita tumpangim helikopter yang kita tumpangi makin lama, makin ke tengah, makin ke tengah karena menghindari cuaca yang sangat buruk. Segala macam resiko kita tempuh, apa? Menunjukan apa? Kalau bukan karena kecintaan kita kepada rakyat Indonesia, sesungguhnya adalah itu.

Mudah-mudahan sekali lagi, yang ada di daerah bisa merasakan bahwa walaupun kita tidak bisa datang satu persatu, namun kami mencintai seluruh rakyat Indonesia dari Sabang samapai Merauke. Berbicara tentang Merauke, Bapak kami juga pernah bertemu dengan saudara-saudara kita yang terkena HIV/AIDS di Merauke. Saya bertemu langsung dan berbicara dengan para ODHA, Orang Dengan HIV/AIDS. Saya menyampaikan disitu, bagaimana kita bisa menghindari benar tadi Bapak Ical sudah mengatakan kepada saya, bahwa ternyata penderita HIV/AIDS cukup tinggi di Papua, mungkin tertinggi secara nasional. Oleh karena itu, perlu suatu terobosan-terobosan baru. Saya mungkin nanti Bapak Ical bisa menyampaikan kira-kira terobosan apa yang bisa disampaikan. Betul Bapak mengatakan penduduk Papua sedikit, kalau semuanya terkena penyakit bisa saja lama-lama habiskan begitu ya. Kita tidak mau begitu. Kita tidak ingin seperti itu. Oleh karena itu, kita harus bagaimana cara mencegahnya. Jadi nanti mungkin Pak Ical bisa menambahkanya, bagimana untuk program kita memerangi HIV/AIDS.

Kemudian saya kira itu yang ada Bapak untuk Papua, saya kira masing-masing ada APBD yang diserahkan dari APBN. Papua dan irian Jaya Barat saya kira sudah cukup tinggi sekali. Oleh karena itu, barangkali nanti mungkin bisa didekati atau Bapak dari mungkin dari Bapak Gubernur dari Irian Jaya Barat bisa menyampaikan bahwa program-program tentu saja, walaupun kelihatannya uangnya banyak, tetapi program ini untuk apa saja, ada prioritasnya. Oleh karena itu, barangkali mungkin mulai bisa dipikirkan. Bapak katanya ambulan yang kurang. Jadi saya pikir, itu yang bisa saya sampaikan Bapak, mudah-mudahan jawaban saya bisa diterima dengan baik. Akan tetapi, saya berharap Kak Ical sebagai Menkokesra dapat menambahkannya. Silakan Bapak

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
Kalau sudah dengar Ibu Ani, saya kira Menkokesra engga perlu lagi menjelaskan. Saya kira nambahkan saja. Mengenai permintaan surat edaran Mendagri untuk melengkapi surat edaran Menkokesra Ibu, saya akan berhubungan dengan Mendagri untuk dapat memberikan edaran untuk dapat meminta Gubernur memberikan APBD untuk tahun 2008, Insya Allah tahun 2008, saya akan bujuk Mendagri untuk bisa mengeluarkan surat edaran itu.

Kemudian mengenai masalah HIV/AIDS di Papua, kita kemarin telah selesai dengan desiminasi kita daripada hasil survey. Survey itu yang kemarin yang datang kesana adakah Bapak Konstan Karmah sebagai apa namanya sebagai Ketua KPA Harian dari Papua. Disitu digambarkan memang besar sekali, banyak banyak sekali 2,4% dari penduduk dewasa Papua yang terkena HIV/AIDS. Dan disitu ada desiminasi ini belum pernah dilakukan di Asia Tenggara, apalagi di Indonesia seperti yang kita lakukan kemarin, yaitu menurunkan survey kepada yang resiko rendah, tidak hanya resiko tinggi, tetapi pada resiko rendah pada Papua dan Papua Barat. Pada resiko rendah sekali pun, yaitu pada anak-anak, pada Ibu sudah tertular HIV/AIDS sampai 2,4% itu besar sekali, 14 kali seluruh Indonesia rata-rata.

Ini memerlukan perhatian kita. Memang ada pertanyaan, kenapa Papua diperhatikan begitu besar? Terus kami menyatakan bahwa itu keperdulian kami di Jakarta atas semua yang berlaku di Indonesia. Dua hal pokok yang disampaikan Ibu tadi. Pertama adalah menghilangkan stigma. Yang kedua, memerangi penyakitnya. Memang kadangkala orang tidak mau berobat, obat disediakan Pemerintah gratis, tapi tidak mau dipakai karena takut untuk melaporkan dirinya kemungkinan kena HIV/AIDS, karena kemudian disisihkan oleh masyarakat. Ibu tadi mengatakan tidak boleh kemudian melakukan diskriminasi pada ODHA, orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Saya kira itu sebagai tambahan kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Dan sekali lagi saya sampaikan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Sumber : sbyinfo.

for everyone
Oleh Drs. Usman Atmadimaja mg
”Kita tetap taat pada prinsip dasar pendidikan moral kepramukaan, tetapi kita harus memperbarui acara kegiatan kepramukaan yang sesuai dengan aspirasi generasi muda dan kebutuhan masyarakat saat ini”, (Sri Sultan Hamengku Buwono IX)

SEIRING kemajuan zaman, pergeseran nilai dalam kehidupan berlangsung tanpa bisa dicegah. Adalah naif bila gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal bagi anak-anak dan remaja di tanah air tidak menyikapi perubahan ini. Yang harus dilakukan oleh gerakan pramuka tentunya bukan mencegah perubahan, tetapi berusaha menyesuaikan perubahan itu sehingga pramuka tidak ketinggalan zaman.

Salah satu wacana yang sekarang berkembang di kalangan pramuka adalah perlunya mengkaji ulang penerapan syarat-syarat kecakapan pramuka (SKU) sebagai salah satu prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. Adalah Gubernur Jawa Barat sendiri, Kak Danny Setiawan selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jabar yang menyatakan bahwa sekarang ini sudah saatnya untuk merelevankan SKU agar sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini (”PR” 10/7). Beliau mengusulkan agar Gerakan Pramuka melaksanakan reformasi secara komprehensif pada ujian SKU sehingga bisa mengundang minat para remaja untuk tertarik menjadi anggota pramuka.

Namun persoalannya, apakah memang SKU ini sudah ketinggalan zaman? Apakah benar SKU yang kurang relevan menyebabkan pramuka terpuruk seperti sekarang ini?

Jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya diupayakan Litbang Kwartir Nasional. Yang jelas, sesuai S.K. Kwarnas No. 088 Tahun 1974, SKU merupakan garis-garis besar program pembinaan pramuka yang harus dilaksanakan oleh para pembina secara optimal, terarah, dan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan karena merupakan proses pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

Sedangkan bagi peserta didik, mengikuti ujian SKU adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ujian SKU untuk semua tingkat dan golongan pramuka baik itu Siaga, Penggalang, Penegak maupun Pandega merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi mereka dengan upaya sungguh-sungguh sehingga kelak mereka menjadi manusia yang berkepribadian tinggi, berwatak luhur, cerdas, terampil, dan juga menjadi warga negara yang berpancasila yang setia dan patuh kepada NKRI (AD Pramuka Pasal 4). Maka oleh karena itu, seandainya butir-butir ujian SKU ini dilaksanakan dengan tepat, terarah, dan jujur, serta tidak dimanipulasi, diharapkan peserta didik akan menjadi pribadi-pribadi yang cageur, bener, bageur, pinter, jeung singer.

Sayangnya, secara jujur harus diakui bahwa selama ini pelaksanaan ujian SKU digugus depan pramuka untuk semua tingkat dan golongan ditengarai masih jauh dari harapan. Banyak hambatan dan kendala yang ditemui di lapangan sehingga akibatnya ujian SKU belum dilaksanakan secara optimal.

Berdasarkan pengamatan penulis yang pernah aktif di Andalan Cabang/Ranting selama ini diperoleh kesan masih banyak pembina pramuka yang belum mengacu sepenuhnya kepada ”kurikulum” pembinaan pramuka yang disebut SKU ini. Cara menguji SKU di kalangan pembina juga tampak kurang seragam.

Alih-alih direvisi, perekrutan pembina pramuka di pangkalan gugus depan sekolah juga masih harus dibenahi. Akibat ”asal-asalan” mengangkat pembina, sudah dapat dipastikan apa-apa yang disampaikan kepada peserta didik akan menjadi kurang menarik dan cenderung membosankan. Padahal seyogianya materi yang disampaikan oleh pembina harus dikemas secara kreatif dan inovatif sehingga menjadi kegiatan yang menarik, mendidik, menyenangkan, dan berkesan sepanjang hidupnya.

Sehebat apa pun SKU, bila tidak dibarengi dengan kemauan keras dan kesadaran tinggi para peserta didiknya untuk menempuh SKU dengan sungguh-sungguh, Gerakan Pramuka akan tetap terpuruk seperti sekarang ini. Oleh karena itu, tekad untuk menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi pramuka seyogianya ditindaklanjuti. Bukan hanya dengan meningkatkan terus jumlah anggotanya, melainkan juga harus diperhatikan usaha untuk meningkatkan kualitas peserta didiknya.***

Penulis, Pembina Pramuka di MA. Darussalam Sumedang

(Harian Pikiran Rakyat)

Lambang Gerakan Pramuka

Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.

Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.



Bentuk dan Arti Kiasan

Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :

1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.



Penggunaan Lambang

Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.

Gambar lambang gerakan pramuka

;;
TI0909