Tahukah Kamu ??????? ========>>> Sarapan Pagi ternyata sangat penting karena ternyata Metabolisme bekerja 20 % lebih cepat dan secara bertahap makin menurun hingga malam,,,!


Jakarta - Pemerintah berencana merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang saat ini sudah tidak lagi populer. Revitalisasi itu supaya nantinya gerakan Pramuka kembali hidup dan diminati oleh kalangan pelajar atau masyarakat.

"Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai 'Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa' di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).

Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.

Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.

"Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini

Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.

Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.

"Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.

"Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi.

(irw/nwk)

source : http://www.detiknews.com

Mataram, 18/10 (ANTARA) - Kepengurusan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi NTB, periode 2009-2014, akan membentuk Satuan Karya (Saka) Informasi dan Teknologi, sebagai salah satu upaya menarik minat generasi muda ikut bergabung dalam organisasi tersebut. "Berkembang pesatnya teknologi informasi saat ini menjadi salah satu alasan rencana pembentukan Saka Informasi dan Teknologi tersebut," kata Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Rosyiadi Sayuti, di Mataram, Minggu. Ia mengatakan, anggota Praja Muda Karana (Pramuka) di NTB khususnya di tingkatan Penegak Pandega sudah saatnya mendapat pendidikan tentang informasi dan teknologi (IT) dalam setiap kegiatan maupun latihan di tingkat Gugus Depan (Gudep).

Dengan adanya Saka IT tersebut akan memberikan daya tarik bagi para pemuda di wilayah ini untuk bergabung menjadi anggota Pramuka, sehingga gerakan pramuka bisa kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. "Mengingat saat ini minat para pemuda termasuk pelajar untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka sudah mulai menurun, perlu ada upaya kreatif untuk menarik minat mereka," ujar Sayuti yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB ini.

Untuk tenaga Pembina Saka IT, kata dia, akan diambil dari lembaga kursus yang ada termasuk dari kalangan wartawan. Selain itu, pihaknya juga kedepan akan memberikan pelatihan melalui Kegiatan Dewan Kerja (DKD) seperti latihan dasar kepemimpinan (LDK). Melalui kegiatan LDK tersebut diharapkan dewan kerja yang ada di tingkat cabang maupun ranting bisa menjadi pembina di Gudep masing-masing.

Sayuti mengatakan, apabila Saka IT ini disepakati oleh jajaran gerakan Pramuka di NTB, maka akan menambah jumlah Saka yang ada dalam gerakan Pramuka. Jumlah Saka yang ada di dalam gerakan Pramuka saat ini sebanyak delapan Saka yang terdiri dari Saka Dirgantara, Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bhakti Husada, Saka Keluarga Berencana (Kencana), Saka Taruna Bumi, Saka Wanabhakti dan Saka Wira Kartika. "Para anggota pramuka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dari masing-masing Saka itu, tergantung mana yang lebih diminati," ujarnya.

Satuan Karya (Saka) dalam gerakan Pramuka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para anggota pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Saka diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. (*)


Sumber : www.antaramataram.com

Pada Kamis Minggu PertamaIni menjadi terobosan terbaru di Pemerintahan Kota (pemkot) Jambi. Dimana untuk menanamkan rasa memiliki akan praja muda karana (Pramuka) maka seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot diwajibkan memakai pakaian pramuka. Dan ini berlaku pada minggu pertama Juni mendatang. Itulah yang diutarakan oleh Wakil Walikota (Wawako) Jambi, Sum Indra saat pembukaan Rakercab Pramuka tahun 2009. "Menumbuhkan rasa memiliki di PNS Pemkot. Jadi setiap hari kamis, Minggu pertama awal bulan harus dikenakan. Setelah minggu selanjutnya tidak lagi, kembali pada kebiasaan awal. Yakni menggunakan kostum batik, itukan gerakan cinta Jambi juga. Itu kebudayaan penting dan jangan sampai dihilangkan, "kata Sum saat Rakercab, belum lama ini. Kebiasaan positif ini, terang Sum, dilakukan sebagai wujud apresiasi dari Pemkot terhadap gerakan Pramuka itu sendiri. Dimana Pramuka telah terbukti membawa efek positif bagi generasi muda saat ini. Di mana sebagai ekstra kulikuler, mampu mengajarkan kebersamaan, jiwa sportifitas serta saling menghargai terhadap anggota Pramuka dan lingkungan sekitarnya.
Selain itu, Pramuka juga salah satu kegiatan yang menjadi ajang bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi petualangan positif serta berjiwa tantangan tadi. Di mana dengan minimnya wadah penyaluran bakat bagi generasi muda, Pramuka bisa menjadi salah satu solusi positif selain organisasi sejenis lainnya. "Petualangan, mengenal alam sekitar dan bakat alami lainnya. Sangat tereksplorisasi di sini, oleh karena itu Pramuka harus di pertahankan. Jangan sampai kendor, dan jangan pula lari dari konsep. Meskipun di Pramuka ini merupakan campuran dari banyak unsur pekerjaan, tetapi tetap harus mandiri dan murni. Tidak terkontaminasi untuk kepentingan apapun," jelasnya. (oyi)

Sumber : Jambi Star

;;
TI0909