KWARDA PRAMUKA PROVINSI NTB AKAN BENTUK SAKA INFORMASI DAN TEKNOLOGI
0 komentar Diposting oleh RACITAN di 19.44Mataram, 18/10 (ANTARA) - Kepengurusan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi NTB, periode 2009-2014, akan membentuk Satuan Karya (Saka) Informasi dan Teknologi, sebagai salah satu upaya menarik minat generasi muda ikut bergabung dalam organisasi tersebut. "Berkembang pesatnya teknologi informasi saat ini menjadi salah satu alasan rencana pembentukan Saka Informasi dan Teknologi tersebut," kata Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Rosyiadi Sayuti, di Mataram, Minggu. Ia mengatakan, anggota Praja Muda Karana (Pramuka) di NTB khususnya di tingkatan Penegak Pandega sudah saatnya mendapat pendidikan tentang informasi dan teknologi (IT) dalam setiap kegiatan maupun latihan di tingkat Gugus Depan (Gudep).
Dengan adanya Saka IT tersebut akan memberikan daya tarik bagi para pemuda di wilayah ini untuk bergabung menjadi anggota Pramuka, sehingga gerakan pramuka bisa kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. "Mengingat saat ini minat para pemuda termasuk pelajar untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka sudah mulai menurun, perlu ada upaya kreatif untuk menarik minat mereka," ujar Sayuti yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB ini.
Untuk tenaga Pembina Saka IT, kata dia, akan diambil dari lembaga kursus yang ada termasuk dari kalangan wartawan. Selain itu, pihaknya juga kedepan akan memberikan pelatihan melalui Kegiatan Dewan Kerja (DKD) seperti latihan dasar kepemimpinan (LDK). Melalui kegiatan LDK tersebut diharapkan dewan kerja yang ada di tingkat cabang maupun ranting bisa menjadi pembina di Gudep masing-masing.
Sayuti mengatakan, apabila Saka IT ini disepakati oleh jajaran gerakan Pramuka di NTB, maka akan menambah jumlah Saka yang ada dalam gerakan Pramuka. Jumlah Saka yang ada di dalam gerakan Pramuka saat ini sebanyak delapan Saka yang terdiri dari Saka Dirgantara, Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bhakti Husada, Saka Keluarga Berencana (Kencana), Saka Taruna Bumi, Saka Wanabhakti dan Saka Wira Kartika. "Para anggota pramuka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dari masing-masing Saka itu, tergantung mana yang lebih diminati," ujarnya.
Satuan Karya (Saka) dalam gerakan Pramuka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para anggota pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Saka diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. (*)
Sumber : www.antaramataram.com
Pada Kamis Minggu PertamaIni menjadi terobosan terbaru di Pemerintahan Kota (pemkot) Jambi. Dimana untuk menanamkan rasa memiliki akan praja muda karana (Pramuka) maka seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot diwajibkan memakai pakaian pramuka. Dan ini berlaku pada minggu pertama Juni mendatang. Itulah yang diutarakan oleh Wakil Walikota (Wawako) Jambi, Sum Indra saat pembukaan Rakercab Pramuka tahun 2009. "Menumbuhkan rasa memiliki di PNS Pemkot. Jadi setiap hari kamis, Minggu pertama awal bulan harus dikenakan. Setelah minggu selanjutnya tidak lagi, kembali pada kebiasaan awal. Yakni menggunakan kostum batik, itukan gerakan cinta Jambi juga. Itu kebudayaan penting dan jangan sampai dihilangkan, "kata Sum saat Rakercab, belum lama ini. Kebiasaan positif ini, terang Sum, dilakukan sebagai wujud apresiasi dari Pemkot terhadap gerakan Pramuka itu sendiri. Dimana Pramuka telah terbukti membawa efek positif bagi generasi muda saat ini. Di mana sebagai ekstra kulikuler, mampu mengajarkan kebersamaan, jiwa sportifitas serta saling menghargai terhadap anggota Pramuka dan lingkungan sekitarnya.
Selain itu, Pramuka juga salah satu kegiatan yang menjadi ajang bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi petualangan positif serta berjiwa tantangan tadi. Di mana dengan minimnya wadah penyaluran bakat bagi generasi muda, Pramuka bisa menjadi salah satu solusi positif selain organisasi sejenis lainnya. "Petualangan, mengenal alam sekitar dan bakat alami lainnya. Sangat tereksplorisasi di sini, oleh karena itu Pramuka harus di pertahankan. Jangan sampai kendor, dan jangan pula lari dari konsep. Meskipun di Pramuka ini merupakan campuran dari banyak unsur pekerjaan, tetapi tetap harus mandiri dan murni. Tidak terkontaminasi untuk kepentingan apapun," jelasnya. (oyi)
Sumber : Jambi Star
Tampilkan Dodol Daun Singkong
pramukaJAMBI - Pada even nasional Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) II 2009 bertempat di Sumedang, Jawa Barat, yang berakhir beberapa hari lalu, kontingen Prov Jambi berhasil mencatat 2 pretasi yang membanggakan yakni terbaik I seni budaya dan terbaik I pameran dan bazar.
Bahagia dan haru dirasakan 40 peserta yang berasal dari perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) yang memiliki Gugus Depan di wilayah Depag Kota Jambi dan Muarojambi. Prestasi itu dilaporkan langsung kepada Kakanwil Depag Prov Jambi, Drs H Abdul Kadir Husein, oleh pimpinan kontingen - Drs M Damiri, Dewan Kwarda Daerah - Fitria, dan Pembina Pendamping Kontingen - Hj Supratini dan Irma Sulistini, Kemarin (22/06).
Abdul Kadir Husein mengaku sangat bangga atas keberhasilan yang diraih. Artinya, Jambi memiliki potensi di segi budaya. Ini ditunjukkan Ponpes. Yang dikembangkan pada Ponpes adalah paham keagamaan bersifat normatif dan studi kecakapan hidup.
Dengan prestasi ini, Jambi telah buktikan kreativitas Ponpes. Kreativitas yang telah dibangun itu perlu ditularkan. Bentuknya adalah dengan membangun program dan membina Ponpes. “Saya sangat berminat mengembangkan potensi pesantren dalam segala aspek, diantaranya keagamaan dan Pramuka,” kata Abdul Kadir.
Pada kesempatan itu Damiri juga melaporkan kegiatan selama mengikuti PPSN pada 15-20 Juni 2009 di Bumi Perkemahan (Bumper) Letjen (Purn) DR (HC) H Mashudi Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat. Dikatakannya, semua peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik yakni 9 kegiatan per hari.
Diantaranya, kegiatan pengetahuan wawasan, kesakaan, keterampilan, dan outbound. Meskipun cuaca di lokasi sangat dingin, namun peserta tetap bersemangat. Selalu mengedepankan persaudaraan, walaupun dalam perlombaan. Menambah jumlah teman, apalagi peserta dari Jawa Timur saja lebih dari 1.000 orang.
Tiap Ponpes mengirim kontingnnya. Begitu juga Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jadi, saingan Jambi tak hanya perwakilan tiap provinsi. “Khusus stan pameran dan bazar, kita menampilkan hasil karya siswa Ponpes yakni mengolah limbah menjadi bahan berguna dan bentuk kerajinan lainnya,’’ jelas Damiri.
Ditampilkan juga dodol daun singkong, yang di hari pembukaan saja langsung habis karena unik sehingga banyak diminati. Disediakan juga sirup pepaya sekaligus minum gratis bagi para pengunjung. Ini menjadi nilai plus bagi kontingen Jambi.
Kemudian, ada limbah sisik ikan yang dimodifikasi menjadi kembang dan bros baju atau jilbab serta limbah kayu parah atau karet menjadi bunga. Ini membuat Dirjen Depag, Muhammad Ali, terkagum-kagum ketika datang berkunjung.
‘’Tidak hanya sekadar memamerkan, namun kita juga menyediakan buku panduan membuat kreasi dari limbah. Tentunya ini menjadi penilaian tersendiri bagi dewan juri,” tambah Supratini.
Disebutnya, stan kontingen Prov Jambi diisi Ponpes Al-Inayah Tebo. Soalnya, setelah disimak dari ponpes yang ada, Al-Inayah memiliki kreativitas. “Kita harus meningkatkan kegiatan dan mohon dukungan dari semua pihak,” harap Supratini.
(hln/adv)
Sumber : http://jambiekspres.co.id